BFRESH, Cara Baru Menikmati Bandeng

Mencabuti duri bandeng dengan pinset
Sudahkah Anda ke @kopitiam51 ? Restoran dan kafe taman yang baru dibuka sejak 1 Mei 2010 ini memang memunculkan pertanyaan besar di mata publik Yogyakarta. Menu yang dijual tidak lazim: aneka olahan bandeng tanpa duri. Banyak orang menduga bahwa ini adalah tempat makan yang menjual bandeng presto atau sate bandeng. Pengunjung yang sudah sempat mampir pasti terkejut, karena kedua jenis olahan bandeng yang disebut sebelumnya, justru tidak dijual di restoran ini. Ya, inilah restoran dengan konsep aneka olahan bandeng tanpa duri pertama di Indonesia.

Orang umumnya malas makan bandeng karena banyak duri halusnya, sehingga seringkali diolah dengan cara dipresto atau dibuat sate. Kelemahannya adalah kedua olahan tersebut sudah berbumbu sehingga tidak bisa dimasak dengan cara lain. Bahan olahan bandeng di @kopitiam51 adalah bandeng cabut duri, yaitu bandeng tak berbumbu yang sudah dicabuti duri kasar dan duri halusnya dengan menggunakan pinset. Bandeng tanpa duri kemudian dapat diolah dengan beragam cara.

Me-masyarakatkan-kan kembali bandeng
Bandeng sempat menjadi primadona ikan di Indonesia tetapi seiring dengan semakian bervariasinya produk ikan air tawar menjadikan bandeng turun pamor. Dahulu orang ketika dapat mengkonsumsi bandeng mempunyai merasa mempunyai derajat pamor yang luar biasa, sehingga banyak petani tambak bandeng yang terpaksa gulung tikar dan mengganti usahanya dengan budidaya pruduk tambak selain bandeng. Cerita bandeng tak berduri ini menjadi dasar pendirian @kopitiam51. Alkisah, pemerintah Indramayu sedang berusaha mengatasi pengangguran di daerahnya. Pemilik dari @kopitiam51 melihat adanya potensi besar industri bandeng di sana, sayangnya ikan bandeng hanya dijual segar tanpa diolah. Setelah berhasil mengetahui adanya teknik pencabutan duri bandeng, PT. Vega Marina Indonesia bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Indramayu melakukan pelatihan cabut duri bandeng. Setiap tenaga cabut duri profesional bisa mencabut duri dari 30-40 ekor ikan tiap harinya. Semakin besar kebutuhan bandeng cabut duri, semakin banyak pula pengangguran di Indramayu yang memperoleh lapangan pekerjaan. Kenapa Indramayu dijadikan tempat budidaya bandeng? karena setelah dilakukan survey tanah dari berbagai sentra penghasil bandeng, hanya tanah di indramayu yang menghasilkan bandeng tanpa adanya polusi bau tanah atau lumpur.

Antusiasme masyarakat terhadap bandeng cabut duri produksi PT. Vega Marina sebenarnya sangat besar. Pakar kuliner William Wongso menggunakan produk bandeng ini dan menyatakan bahwa bandeng dari Indramayu bebas bau lumpur. Bandeng cabut duri ini juga pernah dipesan ibu Ani Yudhoyono untuk acara jamuan di istana. Meskipun demikian, popularitas bandeng masih belum sepopuler lele di Indonesia. Padahal, ikan bandeng rendah kolesterol dan kaya Omega-3 yang baik untuk nutrisi otak. Untuk memastikan semakin banyak pengangguran di Indramayu yang bisa diatasi, permintaan pasar harus dibuat. Oleh karena itu, dibuatlah konsep restoran “@kopitiam51” dan konsep kaki lima “Angkring Bandeng by @kopitiam51” yang saat ini ada di indramayu, Cirebon dan Jakarta.

Makan sebagai fungsi sosial
Seringkah Anda merasa terburu-buru bila sedang jajan di luar? Sekedar makan dan kemudian langsung pergi lagi? @kopitiam51 menghadirkan konsep ‘kopitiam’ untuk mengembalikan fitrah manusia sebagai makhluk sosial. Kopitiam berasal dari kata kopi dan tien yang artinya kedai kopi. Budaya kopitiam tersebar di wilayah berpenduduk peranakan Cina-Melayu, yaitu sepanjang Thailand, Malaysia, Singapura, hingga Sumatera. Di sebagian besar wilayah, konsep kopitiam tradisional serupa dengan ‘warung burjo’ yang banyak tersebar di Jawa. Satu konsep yang menarik dari kopitiam adalah terjadinya kopi-talk, yaitu diskusi yang terjadi saat nongkrong di kopitiam. Orang tidak sekedar makan lalu pergi, mereka menikmati suasana dan berdiskusi dengan keluarga dan kerabat. Konsep itulah yang dihadirkan @kopitiam51 dengan membawa nuansa taman yang asri dan nyaman untuk berdiskusi di tengah kesibukan kota Jogja.

Makan enak, diskusi mantap
@kopitiam51 menyajikan olahan halal modifikasi makanan lokal, Indonesia, Cina, dan Peranakan sekaligus. Menu utama berupa bandeng cabut duri diolah dalam beragam rupa, antara lain Bandeng Saos Bangkok, Bandeng Kari, Sup Bandeng Semangka, Lumpia Bandeng, Bandeng Brintik, Bandeng Pepes Rujak, dan Bandeng Bakar Madu. Sebagai variasi, terdapat pula menu gurami steam, udang, cumi, ayam, kepiting, dan aneka olahan sayur. Untuk tamu yang hanya ingin nongkrong tanpa makan berat tersedia pula Terong Oatmeal, Lumpia Apel, Wendut Strawberry, dan Air Batu Campur. Wendut Strawberry adalah modifikasi dari ketan srikaya, di mana dua lapis ketan putih diolesi selai strawberry dan disajikan dengan es krim strawberry, saus melon dan saus strawberry, gula palem serta santan. Air Batu Campur (ABC) adalah es campur khas Penang, Malaysia, yang antara lain berisi cincau hitam, kacang merah, kacang sangrai, dan jagung pipil. Minuman lain yang menjadi favorit adalah Teh C Peng Jelly (es teh susu tiga lapis dengan serutan agar-agar rasa serai-jahe), aneka variasi Cham (campuran teh dan kopi), dan teh markisa float.

Pengunjung dapat memilih untuk menikmati makanan di meja makan atau di gerobak angkringan khas Jogja. @kopitiam51 juga memiliki fasilitas panggung, sound system, internet hotspot, tata lampu taman, serta live acoustic music sehingga cocok pula untuk digunakan sebagai venue acara gala dinner, launching produk, maupun pernikahan. Segeralah mampir ke @kopitiam51 di Jl. Veteran no.51 Yogyakarta (600 meter selatan perempatan SGM). Bila Anda mampir di siang hari, mungkin Anda berkesempatan untuk makan siang ditemani suara teriakan monyet, kicauan burung bangau, atau auman macan yang berasal dari Kebun Binatang Gembiraloka yang terletak tepat di samping restoran.

Edukasi Masyarakat
KOPITIAM 51 sebagai pelopor KOPITIAM di jogja memang harus berusaha keras untuk menanamkan brand Kopitiam tersebut karena mayoritas masyarakat lebih familiar dengan istilah restoran, café, dsb tapi hal tersebut tidak dianggap sebagai sebuah halangan melainkan sebuah kesempatan yang besar dan ciri khas tersendiri, ibarat kata “akan lebih susah menjadi pioneer daripada menjadi Follower” sehingga memacu KOPITIAM 51 semakin bersemangat untuk menyemarakkan dunia kuliner di jogja yang sangat beragam. Disamping dengan adanya Kopitiam 51 itu, penetrasi pasar Bandeng Tanpa Duri di jogja dapat lebih mudah karena tersedianya contoh masakan bandeng dengan variasi yang bermacam macam. Komitmen KOPITIAM 51 di tahun 2011 adalah “menciptakan variasi makanan yang berkualitas, dengan rasa yang juara tapi dengan harga murah meriah” serta berusaha keras untuk mewujudkan visinya “Menjadikan Bandeng tanpa duri sebagai trend rujukan kuliner nasional dan internasional di tahun 2014”.

Kerja Sama: 

Pengen bekerja sama untuk mendapatkan supply bandeng segar? hubungi saja kami di nmr 0274-380 555 ext 26

live chat

follow us